Padahal,
Sembab mata merta diukir landas
Oleh tatap yang terjal
Terjungkit puting beliung
Sore itu, padahal
Perihal keragu-raguan
Terliputi;
Masih tidur di semampai pagi
Dijenguk rumpun angkuh yang mengkristal
Oleh lilitan terpal
Padahal,
Kita tercekik hening yang mekar
Memperjuangkan yang sukar
Benci yang merakar
Mengapa bungkam ini yang terpendar?
Padahal kau berujar tentang masa depan
Tentang Venus yang jatuh cinta pada satelitnya
Tentang ranting yang mempertahankan daunnya
Mengapa aku masih terpaut di lingkar masa?
Padahal kita sudah bersusah payah;
Memperbaiki hari-hari yang terlanjur patah
Sembab mata merta diukir landas
Oleh tatap yang terjal
Terjungkit puting beliung
Sore itu, padahal
Perihal keragu-raguan
Terliputi;
Masih tidur di semampai pagi
Dijenguk rumpun angkuh yang mengkristal
Oleh lilitan terpal
Padahal,
Kita tercekik hening yang mekar
Memperjuangkan yang sukar
Benci yang merakar
Mengapa bungkam ini yang terpendar?
Padahal kau berujar tentang masa depan
Tentang Venus yang jatuh cinta pada satelitnya
Tentang ranting yang mempertahankan daunnya
Mengapa aku masih terpaut di lingkar masa?
Padahal kita sudah bersusah payah;
Memperbaiki hari-hari yang terlanjur patah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar