Selasa, 09 Desember 2014

Sebulat Lampion Merah di bulan Desember

Diguratan lampion merah tersisip sebaris sinar
Melingkari bulat-bulat rotasinya
Malam itu bulannya juga merah;
Bulat sekali, seperti lampion merah
Yang tergantung dibatas pintu

Tekad kita sudah bulat, juga;
Untuk berpisah, untuk saling menghilang
Untuk menenun benang-benang lampion sendiri
Untuk memandang seporsi bulan
Yang bersembunyi diantara elegi merah jingga
Ditempat masing-masing

Kita marah, bukan merah
Kita penakut, bukan pemberani
Kita sama-sama tak mampu
mempertahankan hati yang luas sekali
Untuk ditinggali, untuk disucikan sendiri
Kita sibuk dengan pelukan peri hitam
Yang sayapnya hilang satu

Hingga bulan Desember yang bundar gulana
Memperbaiki lampion merah
Yang tergantung dibatas pintu
Berharap salah satu dari kita untuk mengetuk
Sesuatu yang disebut hati
Yang menyalahi sebulat perasaan tirani

Masihkah ada lampion merah yang bersinar hari ini?
Masihkah ada rumah untuk kita sudahi?

Lampionnya yakin sekali;
Masih ada sisa rindu secantik bulan Desember disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar