Senin, 22 September 2014

BUTIR HUJAN YANG MENGKRISTAL

Tak ada kata seindah kita
Yang menaungi langit senja, menjingga
Namun padi tetap merunduk
Tahta awan mengangguk
Sudah kuusaikan semua skenario ini
Membiru dalam ingatan
Kamu lupa kala hujan malam itu?
Kita berdiri melawan alam
Sesuatu yang kita sebut abadi
Namun terhenti disini
Betapa butir hujan terasa mengkristal
Membaur dalam wangi tanah
Kita membagi rindu dipenghujung malam
Sampai akhirnya terpisah dibawah purnama
Semua manis;
Tatkala teriris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar