Kamis, 11 September 2014

SOLILOG



Salju pertama di bulan Desember
Beradu pati dalam musim semi
Terbang hingga ke ufuk barat
Menenggelamkan sejuta umat yang tengah berdoa

Berdoa tentangmu; sama saja aku bercerita pada Tuhan
Akan panjang nanti hingga ujung malam usai
Dalam wajah-wajah biru, bergerak dalam serdadu
Aku merimba hangat sentuhanmu

Salju pertama di bulan Desember
Bagaimana kau bisa lupa, kekasih?
Jalan setapak yang kau lukiskan diatas danau semu
Bagaimana kalau aku lupa, kekasih?
Luap-luap solilog kita yang tercecer disela tuts piano hitam
Kala fatamorgana merajuk dan demam hirarki hati
Dan kirana-kirana bertelanjang kaki diujung menara lonceng
Sesaat membangunkan sejuta burung gereja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar