Rabu, 16 Agustus 2017

ADINDA JELITA


Gigit bibir jelita, menampar kalkulasi buta

Tatkala adinda tak sempat kuasai mimpi

Direbus pipimu oleh sepi

Mampus kau buah jelita

Dirajam api gunung atas puing kelana,”

Sadur sang pujangga konservatif

Menunggu untuk diredupkan aduhai kelopak mata

Kembali dalam pallet wewarna

Dan wewangi;

Akan seduh jirab-jirab sang jelita

Mengusung niat yang palsunya sehakiki

Hati;



Sungguh damai selubung pagi

Sembah sujud dentum narasi

Detak jantung tabulasi

Nun meletup-letup digoncang tongkat ibu peri



Bilamana,” sergah pujangga beringas

…kau jelita goyah sendiri

Biar saja aku yang mati,

Lanjut pujangga, raba konstruksi diri

Menyublim satu milyar nota-nota harga

Menebus dosa adinda jelita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar