Ingatkah kau ketika kemarin aku berteriak memanggilmu
Dalam wajah basahku dan rambut yang terurai lusuh
Bias-bias kristal yang bertikai oleh aroma tubuhmu
Jika aku adalah bait siklus baris puisi, kemana saja kau
pujangga?
Katamu kau bukan pengkhianat, katamu kau menyetiakan langit
Namun mengapa bermimpi tentangmu membuatku sakit?
Seolah kau tak pernah ada, seolah kau hanya sepenggal imaji
yang pahit
Jadi aku memohon padamu, “tolong beri aku tanda,”
Apa saja, apapun selagi kau bisa
Sebab kau tak pernah tahu mimpi ini menjeratku
Di sudut kematian fana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar