Santai saja, kawan...
Sore yang mendung bersahaja ini akan membawamu kembali
Pada satu peraduan
Murni menerka-nerka sahabat mana yang pantas bermuara
Aku tahu, kawan...
Santai saja dan teguklah kopi ini
Sudah usai dan menepi letih hatimu
Pacu bertelaga biru yang berisik akan sumpah palsu
Biar saja, kawan...
Biar saja manusia bersenandung sementara
Kau akan pulih dari luka merah yang terkadang menjadi biru tua
Kini hendak kau sadurkan semua resahmu
Disini, kawan...
Di balkon rumah tua ini
Sudilah kau mampir dan tumpahkan dahagamu
Atas rupa dan topeng hitam yang;
Senantiasa menghunus pedang
Semua itu indah, sobat...
Indahnya begitu memilukan
Aku tahu, kawan...
Aku mengerti...
Rupa-rupanya kau ingin bercerita lagi
Di balkon rumah tua ini
Sore yang mendung bersahaja ini akan membawamu kembali
Pada satu peraduan
Murni menerka-nerka sahabat mana yang pantas bermuara
Aku tahu, kawan...
Santai saja dan teguklah kopi ini
Sudah usai dan menepi letih hatimu
Pacu bertelaga biru yang berisik akan sumpah palsu
Biar saja, kawan...
Biar saja manusia bersenandung sementara
Kau akan pulih dari luka merah yang terkadang menjadi biru tua
Kini hendak kau sadurkan semua resahmu
Disini, kawan...
Di balkon rumah tua ini
Sudilah kau mampir dan tumpahkan dahagamu
Atas rupa dan topeng hitam yang;
Senantiasa menghunus pedang
Semua itu indah, sobat...
Indahnya begitu memilukan
Aku tahu, kawan...
Aku mengerti...
Rupa-rupanya kau ingin bercerita lagi
Di balkon rumah tua ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar