Kini, bila tak ada lagi yang teresah
Aku ingin menyandarkan sebuah nada pada titianmu
Yang baru-baru ini menjelma sebagai mayor biru
Sering kau sebut lagu;
Sebab ada aroma rindu yang basah
Dalam petikan gitarmu
Mengalun dan mengiris dinding-dinding semu
Kala kita jauh...
Kita, aku menerjemahkan seperti alur tangga nada
Sempat kau tulis di buku lusuh itu
Mencekik namun indah, tak berpenghuni namun berirama
Dan ketika malam tiba pada penghujung pagi
Aku menyapa tiga barisan bintang yang sinarnya terang redup
Mengingatkanmu untuk terus memetik gitar
Menyentuh wajahmu yang mematung dalam bisu
Atau aku masih terjaga dalam lelapmu
Aku ingin pulang!
Aku ingin pulang ke rumahmu yang retak dan syahdu
Dan membawa tiga barisan bintang ke sudut jinggamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar