Malam itu, di kafe ini
Kamu duduk tepat dihadapanku
Menyeruak, bagai dandelion
Yang menebarkan aroma putih dan alami
Menyengat tiap sendu musik yang mengalun
Akupun mulai menyeruput kopi hitam
Yang kau sebut sebagai gelisahku
Kuhaturkan senyum dipucuk kelopak bias-bias namamu
Kemudian kita tak saling melepas rindu
Aku bertemu denganmu disudut kafe ini pertama kali,
Pertama kali kuucapkan terima kasih
Karena telah hadir dan membasuh luka yang berjinjit dalam prosa hidupku
Ternyata kita serupa dengan pilu
Yang meniadakan senja yang syahdu
Dikafe ini, kita menikmati secangkir kopi hitam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar