cerita ini kutulis sesaat ketika menatap mata berbinarmu
Dan mulai kurangkum sebuah kisah sephia
Semua adalah bentuk keputusasaanku
Semua terlebur dan menyatu bersama angin
Rupanya kau lebih memilih mengumpat, dan tersenyum
Dibalik rasa sakit, menyusup ke labirin senja
Lalu fajarmu menyapaku
Berkata,
"hai, bagaimana kabarmu?"
Dan aku lebih memilih diam
Diam ditengah teriakan
Diam ketika aku berbicara lantang
Diam ketika aku berusaha menjawab,
"aku baik-baik saja"
Kurasa aku tak melampaui batas
Aku cukup kuat menghadapi terjanganmu
Teruntuk: Sahabatku yang tengah bersembunyi dibalik tirai hitam
Tertanda, mantan sahabatmu
Dan mulai kurangkum sebuah kisah sephia
Semua adalah bentuk keputusasaanku
Semua terlebur dan menyatu bersama angin
Rupanya kau lebih memilih mengumpat, dan tersenyum
Dibalik rasa sakit, menyusup ke labirin senja
Lalu fajarmu menyapaku
Berkata,
"hai, bagaimana kabarmu?"
Dan aku lebih memilih diam
Diam ditengah teriakan
Diam ketika aku berbicara lantang
Diam ketika aku berusaha menjawab,
"aku baik-baik saja"
Kurasa aku tak melampaui batas
Aku cukup kuat menghadapi terjanganmu
Teruntuk: Sahabatku yang tengah bersembunyi dibalik tirai hitam
Tertanda, mantan sahabatmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar